Mahasiswa Unud Tagih Janji Sport Center, Ini Respon Gubernur Bali
“Jangankan didemo, kami mundur pun siap. Bagi Giri Prasta CGT, cenik gae to (Perkara mudah-red)” tutur I Nyoman Giri Prasta dalam cuplikan video propaganda yang ditayangkan pada “Diskusi Publik: Sang Pewahyu Rakyat” di Gedung Widya Sabha, Kampus Bukit Jimbaran, Rabu (18/02/2026). Cuplikan video tersebut lantas menjadi pemantik dan upaya mahasiswa Unud menagih janji kampanye pembuatan Sport Center yang sebelumnya dilontarkan oleh pasangan Koster-Giri pada Uji Publik Pemilihan kepala daerah (11/10/2024) silam.
Diskusi publik tersebut merupakan sebuah upaya untuk membuka ruang dialog antara Pemerintah Provinsi Bali dengan masyarakat, termasuk mahasiswa, terkait progres satu tahun pemerintahan dan dinamikanya. Gubernur Bali I Wayan Koster hadir tanpa didampingi wakil gubernur. Sebelum agenda diskusi dimulai, Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Udayana menayangkan sebuah video propaganda.
Video tersebut berisi aspirasi mahasiswa yang menyoroti sejumlah isu di Bali, seperti lingkungan, tata kelola pariwisata, hingga pendidikan. Salah satu yang disorot ialah janji pembangunan fasilitas penunjang pendidikan seperti sport center hingga asrama mahasiswa di Universitas Udayana (Unud), yang disampaikan Koster-Giri lebih dari setahun silam.
Dalam sesi tanya jawab peserta, seorang mahasiswa mempertanyakan kepastian realisasi pembangunan sport center di Unud yang sebelumnya sudah dijanjikan. Ia juga menyoroti konsistensi pemerintah daerah atas janji tersebut. “Kami sekali lagi menegaskan bahwa ini bukan hanya sekedar tuntutan, melainkan upaya mengingatkan tanggung jawab moral dan politik pemimpin daerah terhadap janji yang telah disampaikan di ruang publik,” tegasnya.
Menanggapi hal itu, Koster menyatakan bahwa pembangunan sport center di Unud belum dapat direalisasikan dalam waktu dekat karena pemerintah daerah masih fokus pada proyek strategis lainnya. Meski demikian, ia menjamin proyek tersebut tetap menjadi bagian rencana pembangunan dan meminta pihak Unud segera menyusun feasibility study (studi kelayakan-red) serta desain perencanaan. “Nah, paling lambat 2028 saya pastikan sudah sport center-nya bisa (dibangun-red),” ujarnya. Ia juga memastikan peletakan batu pertama dapat dilakukan pada tahun 2027.
Selain janji pembangunan sport center, peserta diskusi juga mempertanyakan keberlanjutan proyek Pusat Kebudayaan Bali (PKB) di Kabupaten Klungkung, serta komitmen Gubernur Bali terhadap program strategis nasional, seperti program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dinilai dapat mengganggu program prioritas pendidikan, terutama di wilayah 3T (Tertinggal, Terdepan, Terluar).
“Tentang pembangunan kawasan Pusat Kesenian Bali. Mohon maaf, telat. Bukan mangkrak. Telat, karena saya jeda satu setengah tahun,” tutur Koster. Ia menjelaskan proyek tersebut akan kembali dilanjutkan tahun ini.
Ke depan, Koster juga akan fokus pada peningkatan mutu pendidikan, dengan menyediakan fasilitas yang lebih baik, seperti ruangan, perpustakaan, teknologi, dan sarana pendukung lainnya.
Sebagai penutup diskusi, jajaran Pimpinan Unud menyerahkan “Grand Kajian Regional Bali” serta “Kajian Sport Center” kepada Gubernur Bali di lokasi acara.
Penulis: Farah dan Gita
Editor: Debitasari
Reporter: Christin, Gita, Farah, Christian

