Gubernur Bali Sampaikan Laporan Progres Satu Tahun Pemerintahan
Satu tahun memimpin, gubernur Bali menyampaikan laporan capaian kinerja dalam kegiatan Diskusi Publik Sang Pewahyu Rakyat, yang digelar oleh Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Udayana (BEM Unud) pada Rabu (18/02/2026), di Auditorium Widya Sabha, Kampus Bukit Jimbaran.
‘Menelisik Bali dalam Dua Dunia: antara Etika dan Kapitalistiknya’ hadir sebagai tema dalam kegiatan Sang Pewahyu Rakyat. Ketua pelaksanaan kegiatan, Pande Putu Jiyestha Nugraha, dalam sambutannya menuturkan bahwa kegiatan ini digelar sebagai tindak lanjut dari pelaksanaan Uji Publik Pilkada Bali pada tahun 2024 lalu. Ia turut menerangkan bahwa forum tersebut menjadi ruang evaluasi kinerja secara akademis terhadap satu tahun kinerja Gubernur dan Wakil Gubernur Bali Koster-Giri Prasta
Diskusi tersebut dihadiri secara langsung oleh Gubernur Bali I Wayan Koster tanpa didampingi wakilnya. Ia membuka pelaporan progres kinerja satu tahun dengan menyampaikan gambaran umum mengenai kondisi Bali. Kemudian Koster menyoroti luas wilayah Bali yang tercatat 5.590 km² dan menyebut angkanya terus menurun akibat abrasi pantai. Selain itu, di awal pemaparannya, ia turut membahas jumlah penduduk Bali yang mencapai 4,4 juta jiwa dengan pertumbuhan penduduk 0,66% per tahun. “Jadi, penduduknya populasi Bali menurun, yang bertambah adalah populasi pendatang,” ujar Koster.
Lebih lanjut, I Wayan Koster menjelaskan sejumlah indikator makro pembangunan Bali tahun 2025. Secara umum, pertumbuhan ekonomi Bali mencapai 5,82%, meningkat dari tahun 2024. Di lain sisi, tingkat pengangguran terbuka menurun dari tahun 2024 menjadi 1,45%. Sementara tingkat kemiskinan menurun ke 3,42%.
Pada sektor pariwisata, di tahun 2025 jumlah wisatawan mancanegara ke Bali mencapai 7,05 juta orang. Koster mengatakan bahwa sektor pariwisata menyumbang 66% terhadap perekonomian Bali dengan devisa Rp167 triliun. “Dan kalau kita lihat jumlah wisatawan asing yang ke Bali mencapai 45,8% dibandingkan dengan wisatawan asing yang tersebar di seluruh Indonesia di luar Bali, jadi Bali memiliki kontribusi besar terhadap wisatawan asing,” terang I Wayan Koster.
Selanjutnya, gubernur Bali menyampaikan arah kebijakan pembangunan Bali periode 2025-2030 yang difokuskan pada 3 hal utama. Kebijakan ini mencakup Pelestarian Alam Bali melalui perlindungan hutan, laut dan lahan. Selanjutnya, Pemenuhan Kebutuhan dan Peningkatan Kualitas Manusia Bali melalui pemenuhan kebutuhan dasar, pendidikan dan ekonomi. Serta Pelestarian Kebudayaan Bali melalui desa adat, subak, dan pelestarian tradisi Bali.
Dalam pemaparannya, I Wayan Koster turut menguraikan sejumlah permasalah dan tantangan yang dihadapi Bali ke depan. Ia menyebutkan alih fungsi lahan sawah, kerusakan alam, peningkatan sampah, ancaman air bersih serta kemacetan yang semakin tinggi. Selain itu, kapasitas infrastruktur dan transportasi dinilai belum memadai, sementara peluang usaha masyarakat lokal menyempit dan persoalan sosial seperti narkoba, prostitusi, serta komunitas asing eksklusif ikut meningkat. Di bidang budaya, penodaan tempat suci serta pergeseran pakem dan orisinalitas budaya Bali turut menjadi perhatian. “Nah, saya khawatir ini akan makin menurun akan semakin tertinggal, bukan dengan negara ini tapi dengan negara lain, seperti Singapura akan makin tertinggal, juga kita akan tertinggal dengan Thailand dan Malaysia,” ungkap Koster.
Menjawab berbagai tantangan tersebut, gubernur Bali menegaskan arah pembangunan jangka panjang Bali yang telah ditetapkan. “Nah, oleh karena itu saya sudah merumuskan haluan Bali untuk mengatasi masalah ini. Ini sudah dituangkan didalam haluan Bali 100 tahun 2025-2125,” kata Koster. Ia menjelaskan bahwa haluan pembangunan Bali 100 tahun mengusung konsep Nangun Sat Kerthi Loka Bali melalui pola pembangunan semesta berencana dalam Bali era baru yang difokuskan pada upaya menjaga kesucian dan keharmonisan alam Bali beserta isinya
Di tengah pemaparannya, Koster juga menyatakan bahwa dokumen haluan pembangunan tersebut telah disahkan secara niskala (tak kasatmata-red) atau telah dipasupati melalui upacara di Pura Penataran Agung Besakih dan secara sekala (kasatmata-red) melalui penetapan Peraturan Daerah Provinsi Bali Nomor 4 Tahun 2023. “Jadi, kalau haluan 100 tahun ini sudah disahkan secara niskala dan sekala untuk 100 tahun ke depan. Dan di situ ada peringatannya, siapapun pemimpin Bali ke depan, serta saya, dia harus menjalankan ini, kalau tidak dia akan menghadapi masalah,” tambah Koster.
Sejalan dengan pelaksanaan Haluan Pembangunan Bali 100 Tahun, I Wayan Koster menegaskan periode kepemimpinannya saat ini menjadi fase dalam membangun fondasi kokoh untuk Bali. “Astungkara ini berhasil, maka kita akan memiliki fondasi yang kokoh untuk Bali seratus tahun kedepan,” ujarnya. Berkaitan dengan hal tersebut, Koster mengatakan bahwa ia bekerja keras serta bekerja dengan ekstra cepat, dua kali lebih cepat dari periode yang pertama. “Karena harus berhasil, tidak boleh gagal. Kalau sampai gagal, ancaman masa depan juga terus yang kita hadapi. Jadi enggak ada pilihan lain, dia harus sukses,” pungkas Koster.
Penulis: Christin
Editor: Gung Putri
Reporter: Christin, Gita, Farah, Christian

