Merawat Luka dengan Marah

Merawat Luka dengan Marah

Bisakah ambilkan perban?

Ada luka yang kembali terbuka,

Karena ini kali kesekian,

Ketuk palu jatuh pada mereka yang dianggap pesakitan.

Mungkin gunting juga?

Untuk memotong suara itu; yang sudah

terlanjur diminta tiap 5 tahun sekali.

Oh iya obatnya juga,

Supaya tidak nyeri,

Mendengar kebijakan yang hari-hari bikin

ngeri. Sakit ulu hati.

Satu lagi, ini tidak boleh lupa.

Marah. Iya marah. Rawatlah marah itu,

rawatlah ingatan itu.

Penulis: Dayu Wida

Ilustrator: Fitria

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *