Semarapura City Tour: Menjelajah Wisata Budaya di Kota Klungkung

Bali terkenal dengan destinasi wisatanya yang tak terhitung jari, terutama destinasi wisata budaya dan sejarah, salah satunya di kabupaten Klungkung. Semarapura City Tour, jasa tur utama yang ada di pusat kota kabupaten klungkung akan menemani wisatawan menjelajah berbagai destinasi budaya dan sejarah yang ada.

Sebagai tempat Pusat Kerajaan Pertama di Bali yaitu Kerajaan Gelgel, Klungkung banyak menyimpan cerita dan berbagai peninggalan budaya berserajah di dalamnya. Salah satunya adalah Ibu Kota dari Kabupaten ini, yaitu Kota Semarapura  yang memiliki banyak destinasi wisata budaya bernilai sejarah yang menarik perhatian wisatawan lokal maupun internasional. 

Potensi Wisata yang besar tersebut kemudian dikelola oleh Dinas Pariwisata Klungkung dengan mengambil konsep Semarapura City Tour untuk mengembangkan dan memberdayakan destinasi wisata yang ada. “Kalau secara objek 2018. Secara nama yang diresmikan. Tapi kalo dari sebelumnya ya sejak sebelum 2013 Kertha Gosa sudah dimanfaatkan sebagai pelestarian budaya dan daerah dan sejarah juga.” 

Pihak Dinas Pariwisata Klungkung pada Senin (10/7) menyebutkan tujuan dari Semarapura City Tour merupakan pengembangan terintegrasi antara pemerintah, masyarakat, dan desa wisata yang akan saling terlibat. Adapun destinasi yang tersedia di Semarapura City Tour adalah Monumen Ida Dewa Agung Jambe, Bale Kertha Gosa, Bale Kambang, Museum Semarajaya, Puri Agung Klungkung, hingga Desa Wisata Kamasan. Seluruh destinasi wisata yang disuguhkan oleh Semarapura  City Tour tersebut telah dikemas menjadi satu paket perjalanan wisata. Selain itu, jasa perjalanan wisata ini juga memiliki moda transportasi untuk mengantarkan para wisatawan mengelilingi objek wisata yang tersedia. 

Pemberdayaan Masyarakat dan UMKM 

Objek wisata Semarapura City Tour yang terintegrasi dengan paket kunjungan ke desa wisata dan kegiatan berkesenian, mendorong keterlibatan daripada masyarakat lokal setempat untuk turut berpartisipasi dalam pengelolaan objek wisata. “Bagaimana masyarakat berpartisipasi dengan City Tour adalah melalui kegiatan ekonomi dengan berperan sebagai pelaku pariwisata di desa pariwisata. Itu menjadi alasan kami di City Tour tidak hanya di monumen, puri, museum agung bale kambang jadi desa wisata itu itu menjadi bukti bahwa masyarakat berpartisipasi dalam Semarapura City Tour. Jadi dilibatkan masyarakat pada saat ada kunjungan ke desa wisata dan pelaku wisata. Pariwisata itu seperti lukisan wayang itu kan kerajinan ya, itu kan ada bikin kerajinan Wayang Kamasan, uang kepeng perak perunggu itukan kalo ada kunjungan ke situ kan kita berarti sudah ada keterlibatan mereka dalam Semarapura City Tour ini” 

Selain itu, untuk menunjang optimalisasi peran masyarakat dalam UMKM, dilakukan program pelatihan berbasis digitalisasi, pengelolaan homestay, pelatihan tata budaya, “itu kita laksanakan dari tahun 2019 semenjak Covid dari kementerian ada dana DAK Non Fisik kita ada pelatihan untuk desa wisata dan UMKM. Disana kita latih bagaimana nantinya masyarakat mampu menerima wisatawan, bagaimana nanti pariwisata itu dipasarkan jadi apa-apa yang ada di desa pariwisata kita berusaha untuk meningkatkan kemampuan kompetensi dan SDM dari masyarakat tersebut.” ungkap Kepala Bidang Sumber Daya Pariwisata Kabupaten Klungkung.

Lokasi – Monumen Ida Dewa Agung Jambe yang menjadi salah satu destinasi Semarapura City Tour

Tata Kelola Semarapura City Tour 

Sebagai jasa tour utama di Klungkung, tata kelola Semarapura City Tour tidak terlepas dari berbagai permasalahan yang ada.  Seperti minimnya destinasi yang ditawarkan oleh Semarapura City Tour,  mendatangkan tanggapan yang kurang baik dari masyarakat. “Ada yang suka bilang gitu-gitu aja objeknya”. Ungkap salah satu pekerja Semarapura City Tour. Pihak Dinas  Pariwisata Klungkung juga menyampaikan bahwa secara kuantitas wisatawan yang menggunakan jasa Semarapura City Tour utamanya moda transportasi yang ditawarkan sangatlah jarang. Wisatawan yang datang berkunjung juga lebih banyak membawa agen travel sendiri, dan mereka lebih tertarik dengan dengan Kertha Gosa ketimbang destinasi lain yang ada di Klungkung. 

Destinasi – Bale Kambang yang terlihat sepi pengunjung akibat pandemi Covid-19

Namun, kini City Tour mulai melakukan upaya-upaya untuk meningkatkan kembali eksistensinya dan menggaet para wisatawan kembali. Sosialisasi dan promosi melalui sosial media menjadi salah satu upaya yang dilakukan oleh Pemerintah dalam memajukan Semarapura City Tour. Termasuk meningkatkan kompetensi dari SDM Semarapura City Tour dan masyarakat untuk mampu menerima wisatawan serta memasarkan destinasi wisata yang ada di desa wisata melalui program pelatihan yang dicanangkan. Termasuk rencana kedepan untuk memberi penghargaan kepada agen dan biro perjalanan yang mengajak tamunya ke Semarapura City Tour.

Kendaraan – Bus Semarapura City Tour yang akan membawa wisatawan ke destinasi wisata yang ada

Pula Dinas Pariwisata Klungkung melakukan upaya dalam menjadikan Klungkung tak hanya sebagai tempat persinggahan para wisatawan dalam perjalanannya. “Tapi upaya kami, sebenarnya City Tour dibangun supaya misalkan kan ada seperti gala dinner ya istilahnya di Pemedal Agung halaman Kertha Gosa , nah kedepannya paket-paket itulah yang ingin kami kembangkan jadi wisatawan lebih lama dia (wisatawan -red) di klungkung bukan hanya sekedar singgah saja” terang Pihak Dinas Pariwisata Klungkung.

Penulis : Fanny, Zarya

Penyunting : Mano, Wid 

You May Also Like