HUT FPMHD Unud Ke-26: Generasi Muda Peduli, Cegah Budaya Terdegradasi
Forum Persaudaraan Mahasiswa Hindu Dharma (FPMHD) Universitas Udayana menggelar perlombaan tari pada Sabtu, 16 Juni 2018. Acara yang berlangsung di Gedung Student Center dan Agrokomplek Universitas Udayana ini memiliki tujuan untuk melestarikan budaya Bali yang mulai terdegradasi.
Berakar dari kepedulian mereka terhadap budaya Bali yang mulai mengalami degradasi, FPMHD Unud mengadakan perlombaan dengan tujuan untuk melestarikan budaya Bali. Hal ini diucapkan oleh Ketua Panitia HUT FPMHD, I Made Aditya Kusumanata.
“Acara ini terinspirasi dari saya sendiri. Sekarang generasi muda sudah mulai meninggalkan budayanya, jadi kami di sini ingin membangkitkan lagi seperti Tari Condong yang diikuti oleh anak-anak usia 6 sampai 12 tahun. Di sini kami ingin mengenalkan dan melihat seberapa mereka suka pada tari ini,” ungkapnya.
Kegiatan ini merupakan kegiatan pertama yang diadakan serangkaian dengan HUT FPMHD UNUD yang ke-26. Perlombaan yang digelar terbagi menjadi dua yaitu perlombaan Tari Jauk Manis Mekendang Tunggal yang diadakan di Agrokompleks Lantai 4, Kampus Sudirman, Universitas Udayana. Perlombaan ini diikuti oleh 25 peserta dari 30 kuota yang tersedia untuk kategori umum. Rata-rata peserta Tari Jauk Manis Mekendang berusia 6-24 tahun.
Tari Condong dipilih sebagai bentuk perlombaan kedua dan dilangsungkan di Lantai 4 Student Center, Universitas Udayana. Lomba Tari Condong diikuti oleh 53 peserta usia 6-12 tahun atau setingkat TK dan SD. Jumlah peserta tersebut melebihi jumlah kuota yakni 50 orang.
Koordinator FPMHD Unud, I Gede Kusuma Negara mengatakan bahwa kegiatan ini untuk menarik minat para generasi muda agar lebih mencintai budaya Bali. Kegiatan ini diharapkan dapat menanamkan rasa cinta terhadap budaya Bali kepada anak-anak sejak dini.
Menurutnya, Tari Jauk Manis adalah tari dasar yang wajib dikuasai sebelum mempelajari tari Topeng dan tari Baris. Sementara tari Condong merupakan tari dasar untuk para penari perempuan sebelum mempelajari tari-tari lainnya. Atas pertimbangan tersebutlah, panitia HUT FPMHD memilih kedua tari tersebut untuk dijadikan bidang perlombaan.
Salah satu orang tua dari peserta Tari Jauk Manis Mekendang Tunggal, Nengah mengungkapkan bahwa mereka senang dengan adanya perlombaan ini. Sebab menurutnya, minat anak-anak terhadap tari Bali dapat tumbuh melalui perlombaan. Hal senada pula dilontarkan dari orang tua peserta kategori Tari Condong saat ditemui usai perlombaan, Nengah Suena. “Acara ini baru permulaan, tapi sudah lumayan bagus dan bisa mengisi waktu liburan anak-anak juga dengan hal yang positif. Semoga tahun depan bisa terlaksana lagi tahun depan,” kata Nengah Suena. (Via/Akademika).
Editor: Kristika, Juniantari.
[DISCLAIMER]
Berita ini dipublikasikan pertama kali pada tanggal 18 Juni 2018 di persakademika.com

