Back Again! Jelajah Jurnalistik Pers Akademika 2022 Beralih Menapaki Bali Utara

Salah satu program kerja unggulan Pers Mahasiswa Akademika Universitas Udayana, Jelajah Jurnalistik (Jejur), kembali dirangkai dengan kegiatan konvergensi media, pengabdian masyarakat, dan penguatan internal. Menyasar daerah Bali Utara, Jejur siap menyuguhkan bermacam luaran jurnalistik.

Terjadinya permasalahan lingkungan yang sejalan dengan bertambahnya jumlah penduduk di bumi kian memprihatinkan. Di sisi lain, makhluk hidup tidak dapat dipisahkan dari lingkungannya, baik dari segi lingkungan alam maupun lingkungan sosial. Menilik dari hal tersebut, Jelajah Jurnalistik (Jejur) Pers Akademika tahun 2022 kembali menyambangi masyarakat dan internal dalam mengangkat polemik yang ada dengan tema “Menapak Bali Utara, Menghayati Swarna Bhumi“.

Jejur – Proses Wawancara di Bali Utara

“Tema ini jika diuraikan dengan bahasa yang ringan dapat diartikan yakni menapak Bali Utara artinya ‘kita’ atau jelajah jurnalistik ini pergi ke wilayah utara Bali, kemudian menghayati swarna bumi yakni mendalami atau menjamaah wilayah emas,” ungkap Ahmad Zakaria Ghifari atau yang kerap disapa Zaka yang tahun ini berkesempatan menjadi Ketua Pelaksana Jejur 2022 pada Minggu (12/6).

Berbeda dengan tahun lalu, topik yang diangkat dalam Jejur kali ini ialah mengenai isu lingkungan, dan menyesuaikan dengan tema tahun ini. Tim konvergensi media Jejur siap menjelajahi 11 desa di Kabupaten Buleleng yang merupakan daerah Bali Utara, diantaranya ialah Sumberklampok, Pejarakan, Pemuteran, Sumberkima, Banyupoh, Musi, Celukan Bawang, Bhakti Seraga, Sidetapa, Pedawa, dan Cempaga. Kegiatan jejur ini bukan hanya terfokus pada konvergensi media, namun juga diiringi dengan kegiatan pengabdian masyarakat berupa Pelatihan Jurnalistik Tingkat Dasar (PJTD) sebagai kegiatan utama pengabdian dan kegiatan pengabdian lainnya, serta kegiatan penguatan internal yang dirangkai dengan games, api unggun, dan lain sebagainya.

Beberapa anggota divisi redaksi online, cetak, riset, dan editor berkolaborasi menjadi satu tim konvergensi media Jejur tahun ini. Terdapat beberapa luaran yang akan diterbitkan oleh tim konvergensi media, yaitu tulisan online, reels, video dokumenter, infografis, Mini News Paper (MNP), serta buku yang berkaitan dengan isu lingkungan dan semua hasil ini digali selama menjelajahi Kabupaten Buleleng dalam kurun waktu 3 hari, yaitu dari tanggal 20 Juni 2022 hingga 22 Juni 2022.

Pemilihan Kabupaten Buleleng sebagai daerah jelajah tahun ini bukan tanpa alasan, melainkan kondisi dan suasana yang sesuai dengan isu yang diangkat. “Daerah Buleleng karena wilayahnya cukup luas, dan terdapat banyak isu lingkungan yang hidup dan berkembang di daerah sana, kita berusaha untuk mengangkat itu semua ke permukaan,” ujar Iyan Merta Rustanaya selaku Pemimpin Umum Pers Akademika Universitas Udayana.

Rapat – Isu lingkungan menjadi tema Jejur tahun 2022

Lebih lanjut, terkait isu yang diangkat pada Jelajah Jurnalistik tahun ini, Iyan mengungkapkan bahwa isu lingkungan sangat patut untuk dikaji karena sifatnya yang beragam dan melekat dengan kehidupan manusia. “Kita melihat permasalahan secara umum di Bali ada banyak sekali isu-isu lingkungan yang cukup lekat dengan kehidupan masyarakat bali, misalkan tentang ketersediaan air bersih, konflik agrarian, kekeriangan dan polusi udara. Itu semua bisa kita bilang menjadi bagian dari masyarakat bali,” lanjut Iyan.

Setiap proses dari suatu kegiatan akan lumrah jika terdapat ‘gerigi kecil’ yang menemani, dan pada Jejur tahun ini pihak panitia mengaku sedikit terkendala perihal pendanaan, waktu, serta jarak daerah jelajah. “Daerah jelajah yang jauh membuat dana jadi ‘bengkak’ sehingga perlu disesuaikan, waktu yang mepet dan terbentur hari raya serta UAS,” pungkas Zaka.

Tetapi, kendala tersebut tidak menghentikan semangat panitia dan tim konvergensi media untuk menjelajahi lokasi jelajah, Bali Utara. Zaka dan Iyan juga berharap agar semua rangkaian Jejur tahun ini berjalan lancar dan hasil keluaran konvergensi media dapat dinikmati serta bermanfaat bagi masyakarat luas. “Harapannya agar pelaksanaan Jejur berdampak dan bermakna bagi desa yang kami jelajahi, semoga apa yang kami coba lakukan bisa menjadi pintu selanjutnya yang bisa menghadirkan solusi terkait isu lingkungan yang sudah berkembang di masyarakat,” harap Iyan.

Penulis: Kamala

Penyunting: Gangga

You May Also Like