GenBI Beach Clean Up: Memburu Sampah, Menebar Kepedulian

Komunitas GenBI Unud kembali mengadakan kegiatan sosial dengan tema “Clean Beach Clean Mind” yang diselenggarakan di Pantai Saba, Kecamatan Blahbatuh, Gianyar. Kegiatan yang berhelat pada akhir pekan itu (4/7) turut menggandeng dua komunitas pemerhati lingkungan, yakni Trash Hero dan Malu Dong.

Berburu sampah – para anak-anak muda yang tergabung dalam GenBI Unud memungut sampah sebagai wujud kepedulian lingkungan di Pantai Saba.

Pandemi tak menyurutkan anak-anak muda untuk tetap aktif dan berkontribusi, salah satunya muncul dari Komunitas Generasi Baru Indonesia (GenBI) Universitas Udayana. Ialah Beach Clean Up, kegiatan yang diadakan oleh Genbi Unud sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan bertemakan “Clean Beach Clean Mind”. Kegiatan yang dilakukan berupa pembersihan lingkungan di pesisir pantai tepatnya di Pantai Saba, Kecamatan Blahbatuh, Kabupaten Gianyar pada hari Minggu, 4 Juli 2021. Beach Clean Up turut mengajak masyarakat Blahbatuh serta menggandeng dua komunitas pemerhati lingkungan, yaitu Trash Hero dan Malu Dong. Tujuan diadakannya kegiatan Beach Clean Up ini merupakan salah satu bentuk program kerja dari kampanye sosial komunitas GenBI Unud. Selain itu, kegiatan ini juga didasari atas keresahan para anak-anak muda dalam komunitas GenBI yang melihat pesisir pantai saat ini kerap dipenuhi dengan sampah yang terseret ombak. “Pantai itu merupakan salah satu tempat yang digunakan untuk mencari rasa nyaman, tapi dengan adanya sampah itu bisa membuat rasa nyaman kita jadi hilang,” ungkap Ni Putu Mastuti Parwidya Sari Saputri atau yang akrab disapa Gek Mas selaku Ketua Panitia Pelaksana kegiatan Beach Clean Up oleh GenBI Unud (4/7).

Pantai Saba – Kondisi pesisir Pantai Saba terdapat sampah meski sepi pengunjung akibat PPKM.

Awalnya, pemilihan lokasi diakui Gek Mas cukup mengalami kendala, mengingat PPKM masih berlaku sehingga aktivitas dengan jumlah massa yang banyak perlu dibatasi. Pantai Saba sendiri termasuk pantai yang jarang dikunjungi dan jauh dari hiruk pikuk perkotaan, maka pemilihan Pantai Saba sebagai lokasi kegiatan dirasa tepat untuk mengadakan kegiatan sosial meski diterpa pandemi. “Yang pertama tempat ini kan jarang orang yang kesini jadi sepertinya cocok untuk lokasinya daripada di sanur kan sudah sering terus sudah biasa, jadi kita ambil disini,” papar Gek Mas.

Kegiatan Beach Clean Up (BCU) diawali dengan sambutan dari perwakilan komunitas GenBI, yang dilanjutkan dengan sharing session. Terakhir, trash walk di pesisir Pantai Saba, namun kegiatan berlangsung cukup cepat. “Dalam artian PPKM ini tidak menyurutkan semangat dari GenBI dan dari teman-teman komunitas dan juga masyarakat umum khususnya pemuda–pemudi di wilayah Saba. Karena PPKM, pengetatan protokol kesehatan juga dilakukan,” ungkap Mahesa Gunadi selaku wakil ketua GenBI Unud saat menjawab esensi kegiatan Beach Clean Up di tengah pandemi.

Sharing session – Kegiatan sharing session setelah kegiatan bersih-bersih pantai bersama dengan Pembina GenBI Bali, ketua panitia, founder komunitas Malu Dong dan Komunitas Trash Hero.

 Menggandeng Trash Hero dan Malu Dong sebagai bentuk kolaborasi

Diadakannya kegiatan Beach Clean Up juga dilakukan untuk memberikan edukasi kepada masyarakat tentang pentingnya bahaya dari sampah terutama sampah plastik. Hal tersebut lantas memicu diadakannya kolaborasi yang menggandeng komunitas Trash Hero dan Malu Dong untuk bersama menyebarkan informasi dan edukasi akan pentingnya menjaga lingkungan. “Tapi lebih bagus juga kalau kita kolaborasi dengan rekan-rekan komunitas karena exposurenya lebih besar, tapi exposurenya lebih ke langkah untuk mengurangi sampah plastiknya. Mungkin setelah ini bisa di posting di media sosial, dan kemudian tag teman-teman komunitas juga supaya tahu bahwa menggunakan sampah plastik yang berlebihan itu tidak bagus,” ungkap Pembina dari komunitas GenBI Bali.

Penghargaan – penyerahan piagam penghargaan kepada komunitas pemerhati lingkungan yang turut berkolaborasi dalam Beach Clean Up.

Menanggapi hal tersebut, pihak Trash Hero dan Malu Dong setuju dengan adanya kegiatan ini yang bertujuan memberikan edukasi seputaran permasalahan lingkungan. “Melihat persoalan ini, sampah ada dimana-mana. Mudah-mudahan bisa dinaikkan juga tingkat kesadarannya dengan kita bisa memanfaatkannya dan hari ini apa yang kita lakukan yang paling penting adalah bisa mengubah perilaku adik-adik itu sendiri dan masyarakat disini untuk dapat terus melakukan kegiatan menjaga lingkungan,” ujar Komang Sudiarta selaku founder dari komunitas Malu Dong. Selain itu, ia menerangkan bahwa adanya kegiatan ini merupakan salah satu kampanye dalam membangun sebuah generasi baru yang peduli akan sampah. “Program sederhana seperti ini untuk membangun karakter sangat diperlukan. Kemampuan kami sangat terbatas tanpa bantuan dari teman-teman GenBI. Ayo satukan bagaimana kita garap dan keroyokan hulunya, kita bangun generasi kita. Pada saatnya nanti mereka tampil sudah dengan perilaku yang baik dari apa yang kita pertontonkan hari ini,sambungnya.

Adanya kegiatan Beach Clean Up diharapkan dapat berkelanjutan serta memperluas jangkauan kerjasama dengan pihak – pihak pemerhati lingkungan lainnya agar edukasi dan informasi yang dituju dapat tersampaikan ke masyarakat luas. Sehingga, kegiatan Beach Clean Up pada akhirnya tidak hanya aktivitas pembersihan sampah pantai, namun pula dapat menebar kepedulian lingkungan terhadap masyarakat sekitar.

Reporter : Ayu Rita, Reza

Penulis : Ayu Rita

Penyunting : Gangga Samala

 

You May Also Like